Profil

Sabtu, 16 Juli 2011

Cara Baik Uninstall Dual-Boot OS (fix mbr)

Hai,, salam sharing… w mau bagi2 cerita nih. Jadi di laptop w(sebenernya w gak punya, laptopnya punya kaka w… T.T)  nah, w pake “dual boot” (dua Sistem Operasi dalam satu Komputer, kita dapat memilih SO saat setelah booting, w pake Win7 dan Ubuntu 10.10)… nah,, pas w mau install ulang win7, w asal tiban aja, eh ternyata itu ngerusak “mbr”(kapan2 w jelasin, klo w udah ngerti.. ^^) ubuntu yg w install di bawah windows, akhirnya gak bisa di akses dah si Ubuntu. Akhirnya w format si partisi Ubuntu…
                Nah, pas w coba nyalain tuh computer, abis booting, pilihan SO nya jadi nambah jadi 3, (win7 nya ada 2, ubuntu 1), padahal yg win7 Cuma satu yg bisa di pake, dan ubuntu yg udah w format partisinya gak mungkin kepake lagi, pas w coba install ubuntu lagi, eh pas milih SO(Sistem Operasi) abis booting, malah tambah lagi jadi 4 biji,, Bujug… akhinya kan nyampah aja…
                Dan, setelah w baca2, coba2, dan download2 software, akhirnya ketemu lah sebuah software yang ternyata bisa menghapus atau mengatur “mbr” pada SO win7. Nama softwarenya, “Windows 7 Manager”, di situ ada sebuah fasilitas untuk kita bisa mengatur boot SO pada SO windows7,,
Download softwarenya di sini…
                Windows7 Manager

Kalo udah, silahkan di install,,
Kalo udah, buka program “Windows7 Manager” lalu pilih menu di sebelah kiri “Coztumization”. Pilih “Boot Configuration”.
Nah, klo yg kejadian kya gue, bakal ada 4 tuh Listnya…  buat yg mau di hapus, tinggal pilih yang mana yg mau di hapus… tapi hati2, jgg sampe Windows 7 yg lagi di pake yg dihapus….



Semoga Berhasil dan Bermanfaat,,!!!  ^^

Selasa, 22 Maret 2011

Pelanggaran Budaya Dasar saya

Assalamu'alaikum wr. wb.

Mohon maaf sebelumnya kepada pembaca termasuk dosen softskill saya, bukan bermaksud untuk membuka aib pribadi ataupun mengajarkan sifat jelek kepada pembaca sekalian. Mohon hanya diambi hal-hal yang baiknya saja.

Sifat-sifat buruk yang termasuk dalam Pelanggaran Budaya Dasar dalam kehidupan saya adalah sebagai berkut :

1. Saya terkadang suka menunda-nunda pekerjaan, padahal begitu banyak waktu yang bisa digunakan untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, dan dampaknya pada saat pekerjaan tersebut telah jatuh tempo (dead line) saya kewalahan mengerjakan pekerjaan tersebut. Contoh yang biasa yaitu dan pastinya adaalah Tugas Kuliah dan lain sebagainya.

2. Saya jarang belajar, terutama pelajaran yang tidak saya sukai. Padahal seharusnya, karena saya tidak bisa dalam pelajaran tersebut.saya seharusya lebih sering mempelajari pelajaran yang saya tidak sukai, dampaknya, saya semakin tidak menyukai apalagi mengerti tentang pelajaran yang saya tidak sukai.

3. Sepertinya ,masih banyak. Tetapi karena seuatu hal yang menghalangi penulisan saya, jadi saya cukupkan sampai disini.


Trimakasih
dan Semoga Bermanfaat ! (kalau ada)

Senin, 14 Maret 2011

Ilmu Sosial Budaya

Ilmu Sosial Budaya

Ilmu Sosial Budaya merupakan gabungan dari Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Sosial Budaya, berikut penjelasan tentang Ilmu Sosial Dasar.

ILMU PENGETAHUAN
Pengetahuan diperoleh karena ada rangsangan pada diri manusia untuk mengetahui sesuatu dalam rangka mempertahankan hidupnya. Pengetahuan ada yang umum dan ada yang khusus. Pengetahuan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara pengetahuan dengan objeknya. Pengetahuan menjadi ilmiah karena adanya keinginan yang mendalam untuk menyelidiki sesuatu yang ingin kita ketahui dengan menggunakan metode tertentu, dan itulah yang kemudian disebut ilmu pengetahuan. Penelitian untuk menyelidiki kebenaran ilmiah dapat dilakukan melalui pendekatan induktif maupun deduktif. Ilmu pengetahuan dikembangkan bukan hanya untuk ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga karena adanya kepentingan-kepentingan di dalamnya. Apa pun kepentingannya, ilmu pengetahuan seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan harkat dan kesejahteraan manusia.
ILMU BUDAYA DASAR, ILMU ALAMIAH DASAR, DAN ILMU SOSIAL DASAR
Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmu pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa di samping matakuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan Kewiraan. Matakuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.
ILMU PENGETAHUAN DAN PEMANFAATANNYA
Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk meningkatkan harkat hidup manusia, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Masalahnya, manusia sering memiliki rasa serakah, sehingga ilmu pengetahuan tidak jarang digunakan untuk memenuhi kepentingannya sendiri walaupun dengan cara mengorbankan orang lain. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan ilmu pengetahuan. Karena itulah ilmu pengetahuan harus memiliki etika atau kode etik ilmu pengetahuan. Dalam mempelajari etika ilmu pengetahuan, masalah yang menjadi perhatian utama adalah masalah utilitarisme. Utilitarisme adalah nilai praktis kegunaan ilmu pengetahuan. Dalam konteks utilitarisme, ilmu pengetahuan harus dikembangkan dalam rangka memberikan kebahagiaan dan kesejehteraan semua manusia. Dari situlah perlu ada rasa keadilan dalam penerapan ilmu pengetahuan.

INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
KONSEP INDIVIDU DAN KONSEP KELUARGA
Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.
Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.
KONSEP MASYARAKAT DAN KONSEP KEBUDAYAAN
Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.
Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.
HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.



Selasa, 04 Januari 2011

Peran Pemuda Terhadap Bencana Nasional

Melihat bencana silih berganti melanda negeri tanah air kita tercinta seakan tiada hentinya. Belum selesai bencana menimpa saudara-saudara kita di Wasior, Papua. Bencana kembali datang di daerah Mentawai, Sumatera Barat dengan gulungan ombak Tsunaminya. Seakan Alam belum puas melampiaskan kemarahannya, bertambah lagi bencana dengan Meletusnya Gunung Merapi di DI Yogyakarta yang memakan sekitar 37 orang dengan awan panasnya. Belum lagi banjir di mana-mana yang terkadang tidak sedikit memakan korban.

Banyak orang yang berkata bahwa mereka yang di timpa bencana sedang di uji kesabarannya oleh Yang Maha Kuasa. Mungkin tidak sepenuhnya salah, tetapi pernahkah kita berpikir kembali tentang bencana yang datang silih berganti ?. Tetapi seharusya kita tinjau kembali mengapa begitu cepat bencana demi bencana menimpa negeri kita. Apakah ada yang salah dengan Negeri ini ?.

Mulai dari tindakan para pejabat yang seharusnya menjadi contoh bagi Masyarakat, tetapi justru lebih banyak yang melakukan perbuatan yang membuat masyarakat marah kepada pemerintahnya. Pergaulan remaja saat ini yang sudah sangat meresahkan dengan budaya "Barat"-nya yang kalau dilihat justru lebih "Barat" dari orang Baratnya sendiri. Prilaku sex bebas, data menyebutkan bahwa 67% siswi SMP di Bandung sudah tidak perawan lagi. Peredaran Narkoba di kalangan pelajar sepertinya sudah tidak asing lagi, hampir di setiap daerah pasti ada pemakai barang haram tersebut. Semakin asingnya remaja saat ini dengan nilai-nilai religius dan norma-norma kesopanan di masyarakat. Mungkinkah ini bencana-bencana ini merupakan sebuah Azab yang di turunkan oleh-Nya untuk menghukum Negeri kita?

Ayolah para pemuda Indonesia, sampaikan kita tetap berdiam diri dan terus menyalahkan orang lain, pemerintah dan yang lainnya atas semua bencana yang terjadi di bumi Indonesia kita ini.
Sudah cukup kita hanya menjadi penonton setia dari setiap kejadian yang menimpa negeri kita. Mulailah dengan merubah diri kita, dari hal-hal yang kecil, dan mulailah sekarang. Minimal kita bisa menjaga diri kita sendiri dan keluarga kita dari hal-hal dan tindakan yang buruk dan tercela.

Atau kita ingin menungggu sampai bancana menimpa kita dan orang-orang terdekat kita ?

Sabtu, 30 Oktober 2010

Situs biro pelayanan kemahasiswaan Perguruan tinggi

Seluruh universitas memilik biro pelayanan yang melayani segala hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar-mengajar untuk para mahasiswa di universitas tersebut. Selain menyediakan tempat khusus, suatu universitas biasanya menggunakan pelayanan Online. Tetapi tidak semua biro pelayanan Universitas di Indonesia yang benar-benar mengfungsikan situs pelayanannya dengan baik.

Saya pernah mendengar beberapa keluhan dari beberapa teman tentang tidak aktifnya situs pelayanan di universitas mereka, mulai dari tidak adanya tanggapan dari pertanyaan yang mereka sampaikan pada situs tersebut, maupun terlalu lamanya balasan yang diberikan.

Berikut salah satu situs Pelayanan yang baik :
Layan baak.gunadarma.ac.id
baak.gunadarma.ac.id adalah sebuah biro yang melayani segala hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar seluruh mahasiswa gunadarma. Mulai dari yang bersifat administratif, sampai dengan pertanyaan tentang seluruh kegiatan belajar mengajar.

Layanan BAAK gunadarma termasuk salah satu situs pelayanan yang cukup cepat tanggap dengan pertanyaan dari para mahasiswanya. Sehingga saya cukup puas dan merasa cukup terbantu dengan fasilitas tersebut.

Namun tidak di pungkiri ada beberapa hal yang saya rasa masih kurang dalam situs pelayanan BAAK gunadarma :
Rasanya masih kurang mendetailnya informasi yang disampaikan pada situs tersebut. contohnya : informasi mahasiswa untuk setiap kelasnya seperti nama dosen wali. Tidak ada informasi menyangkut hal tersebut.
selanjutnya, kurang lengkapnya link-link menuju situs-situs gunadarma yang lain(Seperti situs pengambilan data materi mata kuliah,dsbg) tentu akan cukup mempermudah.